Soal Bantuan Saprodi, Masyarakat Jangan Bertengkar

img_0184.jpgJangan Bertengkar Soal Bantuan !! Demikian disampaikan oleh Gubernur Baru Terpilih Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH Saat melakukan temu wicara dengan penduduk desa Serimbang Kecamatan Senakin Kabupaten Landak pada tanggal 11 Februari 2008 yang lalu.

Acara temu wicara tersebut merupakan rangkaian dari acara panen raya Musim Gadu di desa Serimbang Kecamatan Senakin. Luas Areal Panen Gadu yang cukup besar tersebut, yaitu 195 hektar mampu menarik perhatian Gubernur Kalbar untuk jadi Moment Kunjungan Kerja Pertamanya di Kabupaten. Hampir seluruh pejabat tinggi lingkup pemerintahan provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Landak ikut hadir pula dalam acara ini. Hasil ubinan padi Ciherang yang di panen mencapai 6 ton/ha. Jadi diperkirakan produksi total hamparan tersebut sekitar 1.170 ton. Gubernur Cornelis dan ibu Frederica diberi kehormatan untuk melakukan panen perdana.

Acara dilanjutkan dengan Temu wicara dengan penduduk setempat yang diselingi dengan pemberian berbagai jenis bantuan kepada masyarakat. Dalam pesannya, Gubernur menegaskan bahwa Masyarakat Jangan Bertengkar Soal Bantuan !! Pemberian bantuan bukan sekedar seremonial tapi lebih bermakna pada tanggung jawab dan pengelolaannya. Manfaatkan Bantuan sebaik mungkin karena bantuan tersebut diharapkan dapat digulirkan ke masyarakat lain yang belum menerima bantuan. Oleh karena itu yang dipilih untuk menerima bantuan harus betul-betul yang mampu mengelola dan mengembangkan bantuan dengan baik. Bantuan-bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat baik itu perorangan ataupun kelompok jangan sampai di jual, karena jika dijual maka akan menghambat kelancaran proses guliran bantuan tersebut ke masyarakat lain yang juga membutuhkan. Demikian Ditegaskan Gubernur.

Beberapa Bantuan yang diserahkan oleh Gubernur kepada masyarakat Desa Serimbang antara lain adalah Bantuan Benih, Bantuan Ternak, dan bantuan sarana peralatan mesian pertanian.

Sementara ditempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat Ir. Hazairin, MS merasa cukup senang dengan adanya panen padi pada hamparan yang cukup luas tersebut. Hal ini disebabkan karena biasanya pada musim gadu minat untuk menanam padi sedikit berkurang dibandingkan musim rendengan. Demikian disampaikannya. Selain itu pengaruh harga gabah yang cukup menjanjikan telah mendorong petani untuk meningkatkan intensitas penanaman. Hasil panen ini pasti akan sangat membantu pencapaian produksi gabah kering giling yang ditargetkan melalui program Gentaton dan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Kalbar.**

Ungkapkan pendapat Anda